21 June 2017

USIAKU BERKURANG



Indah betul kala itu.
Selayaknya matahari terbit.
Ayah ibu pun tersenyum
Menyambut kedatanganku

Selayaknya tangisan bayi.
Yang menyambut sepi.
Aku terlahir di tanah leluhur.
Di sambut tarian bunga.

Tahun ke tahun telah ku lalui.
Kini aku di tengah siang.
Panas sekali rasanya.
Takkan lama lagi aku pun akan menjadi sore.

Kini usiaku di pertengahan waktu.
Pastinya waktu pun tak kan selamanya bersamaku.
Akan habis dan digantikan dengan yang baru.

Kini usiaku telah berkurang.
Entah esok atau lusa pastinya aku akan berpulang.

Sedih betul usiaku di tengah siang.
Seharusnya siang adalah tempat yang paling terang.
Tapi lain cerita denganku.
Hujan datang di tengah siang.
Pilu itu pun tak bisa kuhentikan.
Entah kapan hujan kan terhenti.
Karena di sini aku masih sendiri.

Jika hujan berlanjut sampai sore
bagaimana aku meneruskan usiaku.
Jika terus menerus di rudung pilu.
Bagaimana bisa aku meneruskan ceritaku.

Jika ku katakan lelah.
Aku akan menjawab ya lelah.
Jika aku berdiam waktu tak berhenti.
Jika ku kejar waktu.
Waktu pun bergegas pergi.

Kutanyakan lagi pada diriku.
Kapan waktu indah bersamaku.
Waktuku sudah siang.
Sebentar lagi sore.
Apa kau tak ingin berteman dengan waktuku.
Apa kau tak ingin mengisi waktu senggang bersamaku.
Itu pertanyaan yang harus kuajukan kepadamu.
karena inilah hari dimana usiaku berkurang.

Bren
Langensari, 04 Mei 2017

Advertiser