21 June 2017

PENGHARAPAN



Teruntuk kamu yang tak pernah usai kutuliskan.
Dalam bait - bait puisi, dalam susunan kata perkata.
Kamu selalu jadi primadona dari syair - syair yang kubuat.
Tak ada kata lelah kutuliskan tentang dirimu.
Bahkan dalam sujudku selalu kusertakan namamu dalam doaku.
Namun semuanya telah engkau hancurkan.
Semua keinginan, bahkan harapanku pun telah engkau sirnakan.
Kini aku kembali berjalan sendiri tanpa sebuah pengharapan.
Bahkan kekecewaan adalah sahabat yang paling setia bagiku.
Dialah yang selalu menemani disetiap rintik hujan dihatiku.

Ini bukan kali pertama aku terjatuh.
Bukan pertama kali pula dikecewakan.
Tapi ini sudah kesekian kalinya.
Sampai - sampai aku lupa kapan aku harus bahagia.

Tuhan...
Jika kusalah menempatkan hati kepada yang tak seharusnya kudiami,
bolehkan aku meminta kepadamu untuk membimbingku ke tempat seharusnya hati ini berlabuh.
Agar kelaraan tak lagi bersemayam dihati.
Agar kegelisahan, kegusaran tak lagi jadi teman baikku.

Tuhan...
bolehkah aku meminta seperti itu ?

Bren
Langensari, 19 Maret 2017

Silahkan Tonton Video Pengharapan

Advertiser