01 May 2017

BUKAN TERAKHIR


Terakhir kataku.
Tapi nyatanya apa ?
Aku kembali ke tempat yang sama.
Kembali ke perempuan yang sama.
Ya itu kamu.
Masih saja tentang kamu.
Yang tak mampu ku hapus bahkan ku buang.
Sejatinya hati ini telah lelah menceritakan tentangmu.
Tapi entah kenapa ada saja puisi yang terus kubuat untukmu.

Kamu benar - benar mengganggu pikiranku.
Bahkan membuat kesehatanku menurun derastis.
Bukan hanya ragaku saja yang sakit,
batinku pun tak luput dari sakit yang kamu pahat.

Yang membuatku menjadi sebuah tanya adalah kenapa harus kamu,
Kenapa masih saja tentang kamu.
Bukankah di dunia ini bukan hanya kamu.
Kenapa aku yang harus mengejarmu.
Mengapa aku yang harus mencintaimu.
Kenapa tidak kamu saja yang mengejarku.
Mengapa tidak kamu saja yang mencintaiku.
Biar kamu tahu bagaimana menjadi diriku.

Mungkin aku terlalu keras untuk mendapatkanmu.
Mungkin aku terlalu berharap kamu jadi milikku.

Sedih...
Ya aku sedih.
Marah...
Ya aku marah.
Tapi aku tak mampu meluapkan kemarahanku kepadamu.
Kenapa aku tak mampu menumpahkan kekesalanku, kebencianku, karena aku cinta.
Cinta...
Ya Cinta.
Cinta yang meredah semuanya.
Cinta adalah kata terakhirnya.

Bren
Langensari, 18 April 2017

Advertiser